Duhai cinta, setiapku tiadamu lakuku memunguti aksara rangkai kata
dan mengharap jalinan kalimat menjadi paragraf indah pun dengan makna rahasia.
Untungnya aku unduh “I Surender”mu tembang mendayu, yang mampu
menepis rasa menggebu, walau setelahnya justeru aku semakin bernafsu, berandai
angan memilah milah waktu.
Biarlah bahtera ini melayar atas kehendakNya, mengalun kemana hati dewa
Bayu menuntunnya, semoga saja muara bahagia menyambut bersama berkah selamanya.
Curug.kp3b, 24.11.2016ik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar