Bebilas sejenak kau buatku hitung tunggu
Yang menggelegar detak detik jam di jantungku
Ciptakan jemu sedari senjanya meratu
Walau akhirnya merpati gontai hinggap di
pundakku
Polesan senyum sembunyikan suntuk pada wajahku
Lalu semuanya hening dan lenguh di keheningan waktu
Selalu indah begitu,
Berpaling jauh ke angkasa duniaku
Di celah awan-awan bersemayam tunggui sukmamu
Selepas kumandang adzan subuh
Nirwana oranye turuni anak-anak tangga dari
khayangan berpeluh
Meniti satu demi satu ke arahku senang
Melilit jiwaku untuk selalu dikenang
Dan aku tak akan pernah bisa lupa
Ingini kembali selalu; demi masa yang
terlewat lama
Jauh sebelum batu bata menjadi ruang istana
Dan aku sungguh ingini kembali segera
Serang, 410 SM.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar