Selasa, 27 Desember 2016

Ingatan



Oleh: janromalians

Bagaimanakah engkau merasakan, bergelut cinta bersama dengan yang engkau sebutkan barusan, mestikah itu memang pantas diceritakan..?

Bagaikan pecundang aku telak kalah pada percakapan, bukan karena aku tidak pandai dalam persilatan, namun karena aku fikir lebih baik diam dan memberinya kesempatan.

Seperti biasanya seorang pemenang, dia akan membawa semua-semua yang tersisa dari diriku; yang bergulat sendirian di lingkaran hayal berjibaku, melampiakan dahaga akan sebuah kata yang serupa arti dengan mengenang.

Pungguk tetaplah sesosok pungguk yang menakutkan, bilapun rembulan datang bertandang, bukan berarti dia telah didapatkan.

Bagaimanakah rasa bibirnya yang serupa bibirku ketika bibirmu mengecap kalimat yang mematahkan harapan tersimpan dalam bibir hatiku jauh sebelum bibirmu mengucap ingin mengecap bibirnya. Apakah setara dengan keringat yang mencucuri pojokan netra karena lama nian menanti datangnya kekasih yang dicinta..?


Cendana5kp, 02.11.2016ik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar