Selasa, 27 Desember 2016

Tenang



Biasa; binar mata lumba melenguh dengan mulutnya dalam bersenandung, nada-nada mistery yang menyiratkan kesepian teramat senyap samudra bergelombang mendung.

Temali kawat baja berduri yang melilit jantungmu, memerah berhamburan darah-darah mati dan menunggu ajal yang sesungguhnya pasti datang.
Hingga kapan kekecewaan yang lalu terus kau simpan jauh nun dilubuk sanubarimu walaupun kamu bersikeras menyangkalnya.

Dirimu terbentuk oleh kecewa, sehingga terkadang manisnya alunan musik cinta nan indah bagimu sungguh menyakitkan. Dan kau tak menyukainya.
Berbulan-bulan aku menahan haus dahaga serta lapar yang menyergap demi untuk meminum dan mencicpi makanan dan minuman yang akan kau sajikan di jendela jiwaku.



Satanicwords -  1.11.2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar