Terkapar lemas dalam
kendali peperangan yang merancu dalam darah dan mengembara keseluruh tubuh
lewati pembuluh hingga merasuki jiwa rapuh yang dulu terluka kecewa. Matanya
tajam tatap mataku seolah ingin melahapku bulat-bulat lalu memamah tubuhku
sebelum dimuntahkan kemudian.
Mereka hadir di jiwa dan
nyawa sehingga ruh tersisihkan ke nuansa bumi bawah tanah.
Kurasakan nyeri yang di
alami begitu menyayatnya, laksana ribuan jarum menusuk belahan hati yang
tinggal setengah, perihnya merambat keujung syaraf kuku jemari dan darah
menitik di setiap helaan nafas yang terhunus hawa amarah.
Kuasaku tak sampai
menyentuh lubuk di sanubari, rahasia dalam tersembunyi bertiraikan luka-luka sunyi
dan kegamangan akan kepercayaan serta keyakinan sehingga hidup berbalut kabut misteri
berkepanjangan.
Teruntukulah walau hanya
satu kali, dan jemariku akan menelusup kedalam jiwa dan sukma agar memaksa
mereka kembalikan lagi kesucian akal ruh dan nafs yang melenggang disaat berebutannya
mahluk hitam mengitari pemikiran di netra logika.
Satanicwords-14:23 - 13.10.16

Tidak ada komentar:
Posting Komentar